Rabu, 07 Maret 2012

Public participation in regional health policy: a theoretical framework

Multi-level interdependence of structure and agency in health promotion.

Jumat, 24 Februari 2012

Promosi Kesehatan untuk Eliminasi Malaria

 
Keberhasilan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mendapatkan sumberdaya tersebut, pembangunan kesehatan merupakan salah satu unsur penentu karena masyarakat harus bebas dari berbagai penyakit terutama penyakit menular. Penyakit infeksi menular masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menonjol, termasuk didalamnya penyakit Malaria yang mempunyai dampak menurunkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia bahkan menyebabkan kematian.
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini mempengaruhi tingginya angka kematian ibu hamil, bayi dan balita. Setiap tahun lebih dari 500 juta penduduk dunia terinfeksi Malaria dan lebih dari 1 juta orang meninggal dunia. Kasus terbanyak terdapat di Afrika dan beberapa negara Asia termasuk Indonesia, Amerika Latin, Timur Tengah dan beberapa negara Eropa.

Sabtu, 07 Januari 2012

Daftar Desa & Kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara

1.      Kecamatan Bacan/Puskesmas Labuha
Desa Amasing Kali
Desa Amasing Kota
Desa Amasing Kota Barat
Desa Amasing Kota Utara
Desa Awanggoa
Desa Belang Belang
Desa Hidayat
Desa Indomut
Desa Kaputusan (Kaputusang)
Desa Labuha
Desa Marabose
Desa Suma Tinggi
Desa Sumae
Desa Tomori

Sabtu, 31 Desember 2011

SELAMAT DATANG TAHUN 2012

 
untuk semua kawan-kawan kami mengucapkan selamat merayakan tahun baru 2012. tahun baru semangat baru. semangat baru membawah perubahan besar terutama untuk diri dan keluarga kita. amiin...amiin

Kamis, 22 Desember 2011

KOMITMEN INTERNASIONAL TERHADAP PROMOSI KESEHATAN

Konferensi Ottawa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang terkait dengan
komitmen terhadap Promosi Kesehatan ke depan, sebagai berikut:
1. Memusatkan sasaran ke arah kebijakan publik berwawasan kesehatan, dan melakukan advokasi untuk memperoleh komitmen politik yang jelas terhadap kesehatan dan kesetaraan/keadilan di seluruh sektor
2. Melakukan perlawanan atau penolakan terhadap tekanan-tekanan yang berasal dari produk-produk berbahaya, pengurasan sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab, kondisi lingkungan hidup yang tidak nyaman untuk kesehatan, gizi, serta memusatkan perhatian pada isu-isu global seperti polusi, kecelakaan dan keselamatan kerja pengadaan perumahan dan pembentukan pemukiman yang aman dan sehat.
3. Merespon kesenjangan dalam pelayanan kesehatan yang ada di dalam masyarakat dan menjembatani kesenjangan tersebut dengan kebijakan dan peraturan-peraturan yang dapat mendorong terciptanya kesetaraan atau keadilan, baik untuk mendapatkan kesempatan dalam pelayanan kesehatan maupun fasilitas atau kesempatan lainnya, seperti pekerjaan, jaminan asuransi kesehatan dan sebagainya.
4. Menempatkan manusia sebagai subyek utama kesehatan, untuk mendorong dan memungkinkan mereka menjaga kesehatan diri, keluarga, teman, baik secara finansial maupun dukungan lainnya, serta menempatkan masyarakat sebagai pelaku yang esensial dalam meningkatkan status kesehatan, kondisi kehidupan dan kesejahteraan sosial mereka.
5. Melakukan reorientasi dalam sistem pelayanan kesehatan dan sumber daya yang ada demi peningkatan status kesehatan, serta berbagi peran dengan sektor dan disiplin lain, terutama dengan anggota masyarakat itu sendiri.
6. Menempatkan kesehatan dan pemeliharaannya sebagai investasi sosial utam, mengamanatkan isu ekologis kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
7. Konferensi ini mendorong fihak yang berkepentingan utnuk bekerja sama dengan mereka sebagai mitra kesehatan masyarakat yang kuat.

Minggu, 11 Desember 2011

PERAN PROMOSI KESEHATAN


Sampai saat ini masih terjadi distorsi pemahaman promosi kesehatan. Promosi kesehatan masih dipahami semata-mata sebagai pengganti istilah Pendidikan Kesehatan. Secara institusional mungkin benar bahwa promosi kesehatan itu merupakan pengganti pendidikan atau penyuluhan kesehatan. Tetapi secara konsep berbeda, maka lebih baik dikatakan bahwa promosi kesehatan merupakan revitalisasi pendidikan kesehatan. Terminologi “promosi” dalam promosi kesehatan sekurang-kurangnya mengandung 4 pengertian sekaligus, yakni :
1.   Peningkatan seperti halnya dalam  “five level of prevention”  dari Leavels and Clark dalam Hanlon (1974), dimana pencegahan tingkat pertama adalah “health promotion”.  Terminologi ini juga seperti digunakan dalam dunia akademik (promosi doktor), atau dunia pekerjaan (promosi jabatan). Dalam konsep 5 tingkat pencegahan (five levels of prevention), pencegahan tingkat pertama dan utama adalah promosi kesehatan  (health promotion) . Secara lengkap adalah:
a.       Promosi kesehatan ( health promotion )
b.      Perlindungan khusus melalui imunisasi (specific protection)
c.       Diagnosisi dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment)
d.      Membatasai atau mengurangi kecacatan  (Disablity limitation)
e.      Pemulihan  (Rehabilitation)